Maksiat yang Engkau Lakukan…

Iblis terlaknat dan terusir dari negeri kemuliaan “hanya” disebabkan keengganannya untuk bersujud satu kali ketika dia diperintahkan untuk melakukannya. Adam dikeluarkan dari tempat yang penuh dengan kenikmatan ke negeri yang penuh dengan penderitaan dan cobaan “hanya” disebabkan karena satu suapan yang dia dilarang untuk melakukannya. Seorang yang membunuh jiwa yang haram untuk dibunuh terhalangi untuk masuk surga “hanya” disebabkan oleh tumpahnya beberapa tetes darah. Seorang yang berzina, berhak untuk mendapatkan hukuman rajam, bentuk hukuman yang sangat mengenaskan, “hanya” disebabkan karena memasukkan “sesuatu” pada yang tidak halal. Seorang juga harus rela menyerahkan punggungnya untuk dicambuk, “hanya” disebabkan seuntai kalimat tuduhan yang terlontar dari bibirnya yang mungil atau “hanya” disebabkan beberapa tetes minuman yang memabukkannya. Seseorang pun harus rela untuk berpisah dengan tangannya “hanya” disebabkan barang yang harganya tak lebih dari harga 3 butir telur ayam yang diambil dengan cara yang tidak halal.

Jangan sekali-sekali engkau merasa aman terhadap maksiat-maksiat yang Engkau perbuat sekecil apapun itu. Seseorang bisa saja melontarkan sebuah ucapan yang sama sekali tidak dipedulikannya. Akan tetapi ucapannya tersebut menjauhkan dia dari surga dan mendekatkan dirinya ke neraka. Lihatlah kisah seorang perempuan yang harus masuk neraka disebabkan oleh seekor kucing yang dia kurung. Bukankah Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barang siapa yang beramal kejelekan seberat semut kecil maka dia akan melihat akibatnya” (Azalzalah 8 )

Berusahalah untuk selalu berada di dalam koridor keta’atan kepada Allah. Kita tidak tahu bagaimana kita akan mengakhiri hidup kita. Jangan sampai kita mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah. Ketahuilah bahwanya amalan itu tergantung pada akhirnya. Seorang yang berhadats sebelum salam, batallah sholatnya dari awal. Seorang yang berpuasa menahan lapar dan haus sepanjang hari yang terik, akan sia-sia belaka ketika dia berbuka sebelum maghrib. Seseorang bisa saja beramal dengan amalan penduduk surga. Hingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali satu jengkal saja. Akan tetapi catatan kitab sudah mendahului dia. Pada akhirnya dia beramalan dengan amalan penduduk neraka. Dia mati dalam keadaan demikian. Maka diapun masuk ke dalam neraka.

La haula walaa quwwata illa billah.

(Sumber Al Fawa’id/Ibnul Qoyyim -dengan penyesuaian-)

maksiat

2 Responses

  1. Assalamu’alaikum..

    Dari milis anda kirimkan artikel yang beda
    Membuat hati merasa sakit atas petuah dan isinya
    Lama treasa.. diri ini jauh dari-Nya
    Semoga dengan ini akan semakin terbuka
    Akan semua Anugerah-Nya

    Wassalamu’alikum..

  2. Semoga ALLAH SWT menyudahi kehidupan kita ketika kita di dalam ketaatan kepada-Nya.

Leave a Reply